Monday, September 4, 2017

Sentuhan Penuh Harapan

Minggu lalu, tepatnya Kamis 31 Agustus 2017, Aku berkesempatan untuk menghadiri sebuah seminar edukasi tentang pentingnya perawatan kulit pada bayi oleh Johnson's dan Ayah Bunda.
Walau kehamilanku terbilang baru menginjak minggu ke 19, namun menurut aku penting buat kita calon Ibu, mempelajari berbagai hal mengenai buah hati supaya nantinya nggak overwhelm dan panik waktu saatnya.

Hari itu aku belajar banyak, mulai dari cara memandikan bayi, cara memijat dan merawat kulit bayi.
Karena dari data yang aku dapat di event #AyahBundaXJohnsons kemarin, ternyata lebih dari 70,000 bayi meninggal di hari ke 28 dia di dunia, hal ini disebabkan karena salah penangan pada bayi.
Penting banget untuk Ibu menjaga kesehatan kulit bayi, terutama di 28 hari pertama.

Nah Johnson's, mengeluarkan rangkaian baru untuk perawatan kulit bayi yaitu Johnson's sensitive touch. Produk Johnson's ini dikhususkan untuk bayi dengan kulit sensitive, bersamaan dengan diluncurkannya produk terbaru dari Johnson's ini, mereka juga mengusung #SentuhanPenuhHarapan  dimana mereka mengedepankan kesehatan kulit bayi, melalui sentuhan seorang Ibu, Walau aku sendiri belum mencoba produk ini secara langsung, tapi melalui event ini aku sangat teredukasi tentang berbagai alergi juga permasalahan kulit pada bayi, hingga cara menanganinya.


Ada yang punya rekomendasi tempat Prenatal Yoga kah? terfikir untuk mulai exercise hehehehe

Wednesday, August 30, 2017

Positive announcement!



Mau berbagi cerita "moment" dimana akhirnya aku mengetahui bahwa aku hamil.

Waktu itu aku lagi jalan - jalan ke Bali sama Gunawan, gatau kenapa badan aku akhir akhir itu gaenak, rasanya meriang, terus kayak ngilu - ngilu, payudara aku juga sedikit sensitive, pokoknya badan aku gaenak. Dari total 5 hari jalan - jalan, kayaknya kita bener bener jalan cuma di 2 hari pertama, sisanya tidur aja di hotel.

Teruuuuusss.. kata temen - temen, "coba cek deh, mungkin lo hamil", karena aku anaknya gampang terpengaruh hahaha. Akhirnya hari itu, aku sama Gunawan beli testpack seadanya di alfamart sekitar hahahha...
Sesampainya di hotel  kita test lah, dan hasilnyaaaa.......... kalau tuh testpack bisa ngomong mungkin dia bilang "maap anda kurang beruntung". Geer ya, emang dasar aja renta nih badan.
Sesampainya di Jakarta, kita ke RS dan emang bener sakit.. hahahha aku kena gejala tipes.. sempet di rawat 2 atau 3 hari.

Dan disinilah.....
Sepulangnya dari RS, badan masih suka pegel - pegel tuh, selang seminggu lah.. aku beraniin diri buat beli testpack sendiri buat test sendiri HAHAHAHA..
Soalnya dari test yang terakhir di Bali nih, Gunawan cukup berharap tinggi hasilnya positive, nah karena ini aku cuma iseng - iseng, karena emang udah telat *namun cuma telat berapa hari sih*, entah kenapa dari dalam hati ada dorongan aja buat test.

Sepanjang jalan pulang kantor aku udah kebelet pipis, tapi aku tahan biar bisa langsung test begitu sampe rumah. Terus aku mampir ke Alfamart depan perumahan, dengan alesan sama Gun, mau beli permen.
Dan laluuuu sesampainya di rumah, aku langsung buru - buru ke toilet buat test, emang dasar Gunawan dari dulu mau di surprise-in atau dibohongin dia gak curiga, hahahhahahha..
Aku deg - degan banget disitu, apa iya.. apa gak.. yang ada dikepala aku waktu itu, kalau emang negative, se-enggaknya Gunawan gatau :p
tik tok tik tok.. nunggu berapa detik aja deg - degannya bukan main.. Dan hasilnya... alhamdulillah Positive..
Tapi tetep gakmau geer, aku tunggu sampai se-menitlah, dan bener hasilnya positive, tapi garisnya tuh berbayang gitu, satu tebel, satu agak tipis..
Tanpa tendeng aling - aling, aku keluar langsung kasih testpacknya ke Gunawan.. reaksi dia "hah? yang bener nih? Ya Allah.. alhamdulillah.." sambil cengangas - cengenges..
Tadinya aku gakmau kasih tau siapa - siapa dulu, tapi Gunawan udah gak sabar kayaknya, langsung dia hore hore ke keluarga dia sama keluargaku..

Masih Rahasia,
Walau keluarga besar udah tau, tapi aku masih merahasiakannya dari teman - teman kantor, juga netizen hehehehe.. bukannya gakmau berbagi kebahagiaan, tapi aku gakmau aja sesumbar.. amit - amit takut kalau ada apa apa, aku anaknya gampang drop kalau nantinya banyak pertanyaan..
Setelah tau positive, aku sama Gunawan langsung ke dokter, saat itu belum reseacrh dokter mana yang bagus, cuma mau tau aja, bener positive gak.. gimana keadaan rahimnya, udah gitu aja.
Setelah memasuki bulan kedua jalan ketiga, baru temen - temen kantor tau, kalau sahabat - sahabat terdekat sih udah pada tahu duluan.. hehehe

Obstacle Kehamilan Pertama dimulai,
Aku sempat sharing juga mengenai bagaimana pertama kali aku tahu aku hamil via postingan instagram,
Saat itu aku happy, tapi ada rasa takut.. oke, mungkin banyak banget takutnya, aku anaknya over thinking. Aku langsung berfikir, gimana ya aku membesarkan anak, sanggup gak ya, gimana ya gini, gitu, dan yang paling menjadi kegalauan aku saat itu, aku anaknya agak sulit dilarang juga dinasehatin. Jadi, waktu tau aku hamil, beberapa orang suka nasehatin aku, kok sampai jalan aja dinasehatin, kayak "Jalannya pelan - pelan dong", "duduknya jangan gitu", "loh lu naik ojek?", atau "rin, lo masih nyetir". Its shock me a lot, aku hamil guyyyyysss... bukan sakit keras :"(
Everything I do, become center of attention..
Trust me, I love my baby, and I will do my best for my baby.. Aku rasa, itu dirasain semua ibu.. rasa dimana akan memberikan segalanya untuk buah hatinya, kesehatan, kenyamanan, dan lain sebagainya.. Namun seiring berjalannya waktu aku belajar untuk menerima segala input, dan bersyukur "Ohhh.. segini sepesialnya ya ibu hamil, sampai semua orang pay attention dengan apa yang aku lakukan.."

Belum lagi saat kehamilan awal, badan aku masih sangat menyesuaikan diri sepertinya, mudah pegel, mudah masuk angin, makan salah, gak makan lebih salah.. badan serba gaenak, rasanya kayak orang PMS. Nongkrong kemaleman dikit kalau gak ngantuk, pegel - pegel, pokoknya gak nyaman dibawa ngapa - ngapain.
Lagi - lagi, aku belajar menerima keadaan, bahwa semua ibu memiliki kapasitas yang berbeda -beda, ada lho ibu - ibu yang masih naik gunung di masa kehamilannya, ibu - ibu yang masih clubbing pas hamil, tapi ada juga ibu - ibu yang kayak aku gini, baru naik busway dari ragunan ke kuningan aja pinggang mo coplok, adaaaa.....
Pelan - pelan aku bisa menerima dan bersyukur, karena bayi dalam perut aku mengajarkan aku banyak hal, salah satunya untuk bergerak lebih kemayu gak grasak grusuk :p

Pendarahan di Trisemester Pertama,
Nah ini moment tergalau yang terjadi di kehamilan usia dua bulan menuju ke tiga bulan, I don't know ini efek kecapean atau apa.. jadi waktu itu usia kehamilanku sudah dua bulan, masuk ketiga bulan..
Tiba - tiba aku ngeflek nih, sedikit.. kayak kalau mau menstruasi, keluar flek coklat. Nah saat itu, aku sama Gunawan langsung ke Rumah Sakit, dan katanya plasenta aku ada pendarahan, alasannya apa? kata dokternya "badan aku menolak kehadiran janin di rahim aku", sedih gak? sediiiih banget, saat itu aku gundah banget. Kata dokternya, "Gapapa, itu normal kok, badan kita itu punya imun jadi kalau ada sesuatu di badan, dia otomatis nolak. Nah, harusnya janin secara otomatis mengeluarkan zat... *apa gitu gue juga lupa* yang dapat mengelabui tubuh, sehingga dia bisa bertahan disitu. Nah ini, saya kasih obat untuk membantu memproduksi zat yang dibutuhkan itu."

Bed rest seminggu full di rumah, alhamdulillah fleknya berenti.. Seninnya aku masuk kantor lagi, dan hari Rabunya aku ngeflek lagi, dan shock-nya kali ini fleknya darah, bukan coklat - coklat lagi, tapi merah segar.
Aku panik banget saat itu, aku langsung telepon Gunawan, alhamdulillah Gunawan suami SIAGA ya :") saat itu aku langsung balik lagi ke RS, sempet masuk ruang tindakan. Sambil nunggu dokter, akhirnya pas diperiksa, ternyata masih ada pendarahan di plasenta aku, dan dikasih lagi obat lain. Kalau gak salah namanya Utrogestan, nah pas minum ini aku teler sih, tiap abis minum *gapapa ya.. demi kesehatan bayi*
After pendarahan yang berdarah itu, aku bed rest dua minggu.. dan memutuskan untuk resign dari kantor, untuk fokus membangun positive vibes, ketenangan dan relaksasi demi buah hati...

Segala keadian yang aku alami selama 4 bulan belakangan, membuat aku sadar banget, Ibu sebagai rumah bagi janin dalam kandungan harus terus aware sama keadaan diri, mulai dari kesehatannya, kenyamanannya, perhatiin makannya, dan paling penting jangan sampai pinggang kamu sakit banget, waktu aku ngeflek kemarin indikasinya adalah pinggang sakit bukan main.
Gak ada yang salah dalam proses hamil, selama masih mengikuti saran -saran ahli (yang sudah melakukan percobaan dan pendidikan berpuluh tahun mengenai kehamilan), menghindari segala yang buruk, aku percaya semua ibu punya caranya masing - masing dalam menunjukan cintanya ke buah hati, dan akan melakukan yang terbaik untuk buah hatinya..

Untuk semua ibu disana jangan cepat menyerah ya, semangat, stay healthy, karena semua wanita spesial dalam wujud, bentuk, kelebihan dan kekurangannya masing - masing. Percayalah, jika Allah sudah memberikan sesuatu, maka kita pasti memiliki kekuatan untuk melaluinya.